KELAS 9 SEMESTER 2 BAB 2

BAB 2: Meraih Ketenangan Jiwa dengan Meyakini Qadha dan Qadhar

Bab ini mengajarkan tentang konsep takdir dalam Islam, bagaimana membedakan antara ketetapan Allah dan ikhtiar manusia, serta cara menyikapinya agar hati tetap tenang.

1. Pengertian Iman kepada Qadha dan Qadhar

  • Qadha: Secara bahasa berarti "ketetapan" atau "keputusan". Secara istilah adalah ketetapan Allah Swt. sejak zaman azali (zaman dahulu sebelum adanya alam semesta) tentang segala sesuatu yang akan terjadi pada makhluk-Nya.

  • Qadhar: Secara bahasa berarti "ukuran" atau "perwujudan". Secara istilah adalah perwujudan dari qadha atau ketetapan Allah yang sedang atau telah terjadi pada makhluk-Nya sesuai dengan ukuran dan rencana yang telah ditetapkan.

  • Takdir: Gabungan dari qadha dan qadhar. Keyakinan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini berjalan sesuai dengan ilmu dan kehendak Allah Swt.

2. Pembagian Takdir

Dalam dokumen Anda, takdir dijelaskan terbagi menjadi dua jenis utama:

  • A. Takdir Mubram (Takdir Mutlak)

    • Definisi: Takdir yang sudah paten, tidak dapat diubah, dan tidak dapat dihindari oleh manusia dengan cara apa pun.

    • Contoh: Kematian (waktu dan tempat), jenis kelamin saat lahir, hari kiamat, dan silsilah keluarga (siapa orang tua kita).

    • Sikap: Menerima dengan ikhlas dan tawakal karena merupakan otoritas penuh Allah Swt.

  • B. Takdir Muallaq (Takdir yang Dapat Berubah)

    • Definisi: Takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar (usaha) dan doa manusia. Allah menetapkan sesuatu namun memberikan ruang bagi manusia untuk menentukan hasilnya melalui usaha.

    • Contoh: * Seseorang menjadi pintar karena rajin belajar.

      • Seseorang menjadi kaya karena bekerja keras dan jujur.

      • Seseorang menjadi sehat karena menjaga pola makan dan olahraga.

    • Sikap: Harus optimis, mau bekerja keras, dan pantang menyerah.

3. Konsep Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Ketiga hal ini adalah satu kesatuan dalam mengimani qadha dan qadhar:

  • Ikhtiar: Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai apa yang diinginkan sesuai dengan aturan Allah.

  • Doa: Memohon kepada Allah agar ikhtiar kita diberkahi dan dikabulkan.

  • Tawakal: Berserah diri kepada Allah atas hasil akhir setelah berusaha dan berdoa secara maksimal.

4. Hikmah Beriman kepada Qadha dan Qadhar

Mengapa kita harus meyakini takdir? Berikut manfaatnya bagi jiwa:

  1. Menenangkan Jiwa: Tidak mudah stres atau putus asa saat menghadapi kegagalan, karena tahu itu adalah ketetapan terbaik dari Allah.

  2. Menjauhkan dari Sifat Sombong: Sadar bahwa keberhasilan bukan semata-mata karena hebatnya diri sendiri, tapi karena izin Allah.

  3. Mendorong Sifat Optimis: Selalu semangat berusaha (ikhtiar) karena yakin Allah melihat proses dan usaha hamba-Nya.

  4. Melatih Kesabaran: Membuat seseorang lebih kuat dalam menghadapi ujian atau musibah.

5. Contoh Perilaku dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Saat sakit, kita pergi berobat ke dokter (ikhtiar) dan berdoa, lalu menerima apapun hasilnya (tawakal).

  • Tetap belajar dengan tekun meskipun merasa sulit, karena yakin takdir kepintaran bisa diraih lewat kerja keras (takdir muallaq).

  • Tidak menyalahkan keadaan atau orang lain saat tertimpa musibah (ridha terhadap qadha Allah).

Komentar

Postingan Populer