KELAS 7 SEMESTER 2 BAB 1
BAB 1: ALAM SEMESTA SEBAGAI TANDA KEKUASAAN ALLAH SWT.
Materi ini mengajak kita untuk merenungi proses penciptaan alam semesta melalui dalil Naqli (Al-Qur'an) dan mengaitkannya dengan semangat mencintai ilmu pengetahuan.
1. Dalil Naqli Penciptaan Alam Semesta
Terdapat dua surah utama yang menjadi landasan materi ini:
Q.S. Al-Anbiya' ayat 30:
Isi Kandungan: Menjelaskan bahwa langit dan bumi dulunya adalah suatu kesatuan yang padu (ratqan), kemudian Allah memisahkan keduanya (fataqnahuma). Ayat ini juga menyebutkan bahwa Allah menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air.
Pesan Utama: Mengajak manusia untuk berpikir (berlogika) tentang kehebatan penciptaan alam yang tidak mungkin terjadi secara kebetulan tanpa ada penciptanya.
Q.S. Al-A'raf ayat 54:
Isi Kandungan: Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Allah bersemayam di atas 'Arsy dan mengatur urusan makhluk-Nya. Dia menciptakan malam yang menutupi siang, serta matahari, bulan, dan bintang-bintang yang semuanya tunduk pada perintah-Nya.
Pesan Utama: Allah adalah satu-satunya Penguasa dan Pengatur alam semesta. Segala sesuatu di alam ini bekerja secara teratur sesuai dengan ketentuan-Nya.
2. Memahami Hukum Bacaan Ghunnah
Dalam membaca ayat-ayat tersebut, siswa dipelajari hukum tajwid Ghunnah.
Pengertian: Ghunnah secara bahasa artinya suara mendengung di hidung.
Syarat: Terjadi apabila ada huruf Mim (Ù…) atau Nun (Ù†) yang bertanda baca Tasydid ( ّ ).
Cara Membaca: Harus didengungkan selama 2 harakat (ketukan). Contoh: Inna (Ø¥ِÙ†َّ), Tsumma (Ø«ُÙ…َّ).
3. Pentingnya Ilmu Pengetahuan
Buku tersebut menekankan bahwa memahami fenomena alam memerlukan ilmu.
Cinta Ilmu Pengetahuan: Seorang muslim harus memiliki semangat Tholabul 'Ilmi (menuntut ilmu).
Ciri-ciri orang yang cinta ilmu:
Suka membaca dan mengamati fenomena alam.
Senang bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami.
Rendah hati dan tidak merasa paling pintar.
Menggunakan ilmunya untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Tujuan Menuntut Ilmu: Dalam Islam, menuntut ilmu bukan hanya untuk menghilangkan kebodohan atau mencari pekerjaan, melainkan semata-mata untuk mencari rida Allah Swt.
4. Hubungan Keimanan dan Pelestarian Alam
Sebagai makhluk ciptaan Allah yang diberikan akal, manusia memiliki kewajiban:
Mengurus dan Menjaga: Karena Allah telah menciptakan alam dengan seimbang, manusia dilarang membuat kerusakan di bumi.
Bersyukur: Menyadari bahwa segala fasilitas di alam semesta (air, udara, cahaya matahari) adalah nikmat yang harus dijaga kelestariannya.
Komentar
Posting Komentar